Little Known Facts About harga emas naik.
Di Sydney, lonjakan harga emas membuat orang-orang rela mengantre panjang di depan toko emas untuk mendapatkan logam mulia tersebut.
Alasan yang mungkin lebih masuk akal adalah peningkatan permintaan reksa read more dana berbasis emas (ETF emas).
Dengan reksa dana ini, Trader merasakan dinamika harga emas, tanpa perlu menyimpan fisik emasnya. Maka dari itu, investasi emas atau komoditas lain jadi lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan investor.
Dua faktor tersebut menunjukkan adanya peningkatan permintaan yang konsisten, di samping permintaan emas untuk perhiasan dan elektronik yang akan selalu ada.
Di tengah ketidakpastian international, emas sering menjadi pilihan utama investor untuk mengamankan aset. Lalu, apa saja alasan utama yang membuat harga emas terus naik dari waktu ke waktu?
Konten di bawah ini ditayangkan melalui System Taboola dan tidak memiliki keterkaitan dengan Bisnis.com
Sementara itu, harga buyback emas batangan Antam pada hari ini juga naik sebanyak Rp40 ribu. Harga jual kembali emas Antam hari ini masih dipatok sebesar Rp2,589 juta for each gram.
Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara juga ikut mendorong kenaikan harga. Banyak financial institution sentral menambah cadangan emas mereka untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing.
Kebijakan suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Saat suku bunga rendah, instrumen seperti deposito atau obligasi menjadi kurang menarik karena imbal hasilnya kecil. Akibatnya, emas menjadi alternatif investasi yang lebih diminati.
Harga emas umumnya berbanding terbalik dengan nilai mata uang, terutama dolar AS. Ketika mata uang melemah, harga emas cenderung naik karena emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Jika campur tangan politik menekan suku bunga AS, hal tersebut dapat memicu lonjakan inflasi. Secara tradisional, emas memang dianggap sebagai aset pelindung nilai ketika inflasi meningkat.
Upaya de-dolarisasi oleh negara-negara berkembang diperkirakan akan terus terjadi. Negara berkembang kini cenderung berpandangan bahwa mata uang negara-negara Barat adalah aset berisiko karena memiliki peluang sanksi keuangan.
Kondisi ini menjadikan emas sebagai komoditas ekspor terpenting kedua setelah bijih besi yang telah menjadi sumber devisa utama bagi Australia.
Cina sudah mulai melepaskan obligasi pemerintah AS dan membeli lebih banyak emas. Langkah ini disebut sebagai “de-dolarisasi” yang tujuannya sama yaitu mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS.
Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
